Sabtu, 09 Juli 2016

Perubahan Setelah Lebaran



Ketupat

   Jujur aja, inspirasi buat artikel ini terlintas begitu saja di otak gue saat gue sedang duduk santai menghadiri acara kawinan tetangga gue. Gue rada takut dan sedikit khawatir juga kalo-kalo ada yang nanya gue kapan kawin. Eh bener aja ada yang nanya kapan gue kawin. Gue tegang plus ngenes? Enggak juga sih karena yang nanya adalah temen gue sendiri yang bernasib sama seperti gue alias juga seorang jomblo. Jadinya enggak ngenes-ngenes amat.

   Langsung aja ke topik pelajaran  alias topic artikel ini. Yupz, lebaran tahun ini telah lewat tapi suasananya masih terasa seperti rasa ketupat dan opor ayam yang biasa disajikan saat lebaran. Ketika lebaran, apa yang paling diharapkan? Dapat THR? Punya gandengan? Atau ketemu jodoh? Kalo itu sih udah pasti banyak yang pengen. Tapi yang intinya lebaran lekat dengan yang namanya perubahan. Perubahan apa sih gerangan. Yang jelas bisa perubahan dalam berpenampilan. Bicara soal penampilan pastinya banyak yang berubah jadi lebih rapi atau lebih keren dan trendy untuk memikat semua orang yang melihat bagaikan magnet tersambar petir. Rambut yang biasa model semak belukar alias jabrik, ketika lebaran jadi rapi klimis lagi licin seperti perosotan semut. Udah gitu yang biasanya rambutnya di cat warna-warni contohnya warna perak metalik ala knalpot racing sekarang udah enggak di cat lagi dan memunculkan warna alaminya yaitu hitam bagaikan kecap manis. 

   Selain itu dalam hal berpakaian. Yang biasanya bergaya slengekan jarang mandi dan jarang gosok gigi sekarang penampilannya rapi dan wangi khas parfum terkenal yang sering nangkring di televisi. Juga yang biasanya lebih sering pake singlet, setelah lebaran jadi lebih sering pake baju koko dan kelihatan adem. Banyak penampilan yang berubah ketika dan sesudah lebaran dan moga-moga konsisten.

   Tapi apa yang lebih penting dari perubahan penampilan tersebut. Tidak lain dan tidak bukan adalah perubahan dari dalam sendiri. Yupz, perubahan dari dalam diri yang enting karena itu menyangkut dengan kehidupan kita ke depannya. Yang awalnya suka aktif di malam hari kayak kelelawar dan malah milih tidur di siang hari dan sekarang berubah jadi aktif di siang hari dan memilih malam hari untuk beristirahat menghilangkan semua lelah dan pegal linu guna menghadapi hari esok . Dulunya suka banget cemberut dan sekarang jadi murah senyum kayak model pasta gigi. 

   Perubahan penampilan itu penting karena itu memang sudah seharusnya kita berpenampilan rapi dan menarik tapi perubahan dalam diri itu lebih penting karena akan menyangkut bagaimana kehidupan kita untuk waktu ke depan. Juga perubahan dari dalam diri akan berpengaruh ke dalam hal penampilan. Sadar bahwa kita orangnya kurang rapi dan muka kusam dan mirip kertas amplas maka segera mandi dan cuci muka pake pembersih wajah atau apapun yang membersihkan. Pakai pakaian yang rapi biar kelihatan sedap dipandang (bukan sedap di lidah emangnya opor ayam). Sadar bahwa kita ini jahil dan sering bikin orang jengkel maka kurangi sifat jahil dan cobalah cool dikit enggak pecicilan. Sadar suka nyolong duit emak buat main ke warnet maka cari uang (yang halal tentunya) dan bantulah keuangan emak. Itu yang penting. Sekian dulu terima kasih.

Note: Tulisan ini dibuat oleh penulis secara sadar tanpa kerasukan oleh makhluk dunia lain.

5 Mutan Terkuat Di X-Men

   Bagi penggemar cerita superhero terutama superhero dari Marvel pasti tau yang namanya X-Men. Yupz X-men adalah suatu grup mutan yang dibentuk oleh Professor Charles Xavier alias Professor X dan teman-teman sesama mutan lainnya.

   Dan kali ini gue akan membahas 5 Mutan terkuat di X-Men. Ok langsung saja tanpa basa-basi kita menuju ke TKP yang tidak jauh dari pos hansip terdekat.

Magneto

Magneto
  Dari namanya aja kita udah tau apa kekuatan dari mutan yang satu ini. Ya betul dan benar sekali yaitu mengendalikan medan magnet dan benda-benda logam yang ada di sekitarnya. Kebayang enggak sih kalo doi berhenti dari urusan yang berhubungan dengan mutan atau bertarung. Doi bisa jadi tukang besi bekas. Kan Magneto punya kekuatan mengendalikan medan magnet dan logam. Mudah banget bagi doi buat ngumpulin besi bekas buat di jual hehe.

Storm

Storm
  Mutan yang satu ini punya kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan bisa bikin badai petir. Kemampuan yang dahsyat bukan? Jika saja Mbak Storm ini adalah seorang jomblo anarkis, bisa jadi tiap malam minggu akan dia buat hujan terus hehe. Biar sesuai lagu dangdut "Hujan di Malam Minggu."

Wolverine

Wolverine
  Mutan dengan cakar adamantium yang keluar dari sela-sela jari tangannya. Selain itu doi juga punya kemampuan regenerasi yang luar biasa. Kena tembak ataupun kena tusuk bukanlah suatu masalah bagi doia karena doi akan sembuh dengan cepat dan instan sekejap pula. Kemampuan regenerasi inilah yang bikin doi berumur panjang dan notabene berbagai zaman udah doi rasakan mulai dari zaman perang sampe zaman modern doi lalui.

Jean Grey

Jean Grey
  Mutan dengan kemampuan Telekinesis dan telepati. Doi juga bisa membaca pikiran orang lain. Dan kekuatannya akan bertambah dahsyat saat mengeluarkan kekuatan terbesarnya yang di sebut Phoenix Force. Terbayang enggak kalo pacaran sama Mbak Jean Grey. Enggak bisa bohong apalagi selingkuh karena sudah pasti akan ketahuan hehe.

Apocalypse

Apocalypse
  Mutan ini bukan anggota X-Men sih sebenernya. Mutan yang sangat dan bener-bener kuat. Doi bisa bikin benda apa aja menjadi debu juga doi enggak punya umur alias abadi karena doi bisa mentransfer kesadarannya kepada mutan lain. Juga yang bikin mutan ini bener-bener bikin takut adalah karena doi bisa memiliki kemampuan mutan yang menjadi wadah kesadarannya alias doi caplok kemampuan mutan tersebut.

Kamis, 30 Juni 2016

Cobaan Menjadi Seorang Jomblo

Jomblo

  Bicara tentang masa muda atau masa remaja pasti tidak jauh-jauh dengannya namanya hubungan asmara (ciyee). Dan hal yang paling sering menjadi topik pembicaraan adalah tentang hubungan dua insan sejoli bagaikan Romeo dan Juliet (bukan Junaedi). Hubungan spesial yang begitu sering menghiasi indahnya masa-masa remaja seperti baliho di pinggiran jalan ataupun warung makan (apa hubungannya). 

   Tapi kebahagian itu juga bisa sirna bila ternyata putus hubungan bercinta. Dan status yang dulunya double menjadi single atau sering dikatakan sebagai jomblo. Bicara mengenai jomblo, jujur aja itu sudah sering gue alami dulu sedari lahir sampai sekarang ini. Jomblo itu terkadang penuh cobaan tidak seperti mereka yang sedang memadu asmara layaknya pohon palem dan lampu listrik pinggir jalan (ini apa hubungannya). 

   Hari-hari gue sebagai jomblo begitu kelam, sunyi, senyap dan ada terdengar suara Mbeeek (busyet dah). Cobaan silih berganti dari yang sandal jepit (ringan) sampai yang pake high heels (berat). Memilukan karena gue hanyalah insan biasa yang juga memerlukan cinta ditambah uang, gadget, wifi gratis atau perlu makan minum gratis (lebaay). 

   Ketika malam minggu gue hanya melihat mereka yang sedang dimabuk asmara berjalan bersama lalu lalang kesana kemari memadu cinta kasih yang indah. Gue hanya bisa melihat mereka dengan tatapan sedih dan sedikit air liur keluar. Teringat masa indah ketika gue jatuh cinta. Dunia terasa penuh warna, bau gosong sate yang kelamaan di bakar tercium seperti aroma parfum kelas elit dan di telinga serasa terngiang lagu-lagu cinta dari grup band Slipknot. Pokoknya sangat indah. Tapi apa mau dikata ya gue terima saja nasib kejombloan gue yang tanpa ampun dan melekat bagaikan panu di punggung gue. 

   Di media sosial macam Facebook dan Twitter gue sering melihat muda-mudi berfoto bareng pasangannya dengan embel-embel macam-macam tidak bisa dihitung apalagi diabsen. Gue juga pengen seperti tapi karena nasib gue udah lain terpaksa gue foto bareng tiang listrik yang ada di depan rumah biar greget sambil gue beri komen "Selalu setia berada di halaman rumah gue." 

  Dan yang paling menyiksa adalah ketika gue hadir di acara kawinan baik kawinan teman, tetangga maupun sodara. Gue sering ditanya kapan nyusul. Gue tegang mau jawab apa karena suasananya udah berubah kayak di kuis Who Wants to be Millionaire. Gue jawab aja "Entar kalo situ sudah dijemput ajal." Akhirnya gue kena gampar. Sakit sih sakit tapi nasib gue yang jomblo lebih menyakitkan lagi.

  Dan akhirnya gue nyari kegiatan biar rasa ngenes kejombloan gue berkuran. Gue main game, olahraga, nonton film, tidur dan macam-macam pokoknya. Gue berusaha mempelajari artinya hidup (udah kayak pujangga aja). Ternyata jadi jomblo itu enak juga. Gue lebih bebas kesana-kemari enggak ada yang ngatur selama itu positif. Bisa lebih bebas menuangkan bakat gue sebagai pujangga tak berkelas. 

  Yang paling membuat gue akhirnya lega dan mau menerima nasib jomblo gue ini adalah karena gue meyakini sebuah kata-kata bijak bahwa setiap orang itu mempunyai jodoh. Jodoh gue itu ada dan pastinya akan datang kepada gue cepat atau lambat dan gue hanya menunggu tapi juga mencari ada di mana dia gerangan wahai jodohku yang tercinta. Dan jodoh itu sudah di atur oleh yang Maha Kuasa jadi sabar saja dan tetap mencari karena kita tidak tau kapan dan di mana kita akan menemukannya.

Note:
Curhatan di atas adalah fiktif belaka jika sakit berlanjut hubungi dokter.

Minggu, 19 Juni 2016

5 Superhero Inspiratif

   Akhirnya gue bikin artikel lagi buat blog gue yang udah mulai jamuran gara-gara lama enggak terusik. Artikel gue kali ini adalah tentang 5 superhero yang inspiratif. Ada yang penasaran? Oke langsung saja kita ke topik pembahasan di bawah ini (bukan di kolong tempat tidur ya). Monggo di awasin gan.

  • Ironman

       Why Ironman? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Ironman adalah superhero yang berotak encer.
    Ironman
       Kebayang enggak dulu waktu masih disandera sama segerombolan teroris dia bikin pakaian tempur demi kabur dari tempat tersebut. Pakaian tersebut yang jadi cikal bakal pakaian tempur Ironman yang dia pakai untuk menumpas kejahatan. Dari bahan-bahan seadanya pula.

  • Batman

       Apakah Batman istimewa? Jawabannya adalah sangat istimewa. Seorang manusia biasa dari kalangan elit kaya raya mempunyai sisi lain sebagai seorang superhero penumpas kejahatan.
    Batman
       Didukung kemampuan bertarung kelas wahid dan finansial yang lebih dari cukup untuk membiayai pembuatan senjata dan teknologi pendukung aktivitas menumpas kejahatan. Selain itu Batman adalah superhero yang strategis, berwibawa dan punya jiwa kepemimpinan yang baik. Poin-poin terakhir ini patut kita contoh.

  • Deadpool

       Kenapa Deadpool? Dia kan kadang suka sadis. Ya jawabannya adalah karena dia punya sense of humor yang bagus sebagai superhero.
    Deadpool
       Walaupun kadang bersikap sadis dan sablengnya enggak ketulungan tapi setidaknya Deadpool menunjukkan bahwa superhero tidak harus selalu sosok yang serius. Walaupun banyak superhero yang juga punya rasa humor tapi Deadpool yang paling menonjol.
     
  • Captain America

       Dari namanya saja kita sudah ada gambaran apa keistimewaan dan apa inspirasi yang diberikan oleh superhero bertameng yang satu ini.
    Captain America
       Yupz, patriotisme. Semangat patriotisme yang dimiliki Captain America untuk membela negaranya patut kita contoh. Semangat melindungi negara harus kita terapkan pada kehidupan kita. Sangat inspiratif ya kan?

  • V

       Kalo udah pernah nonton film V for Vendetta pasti tau siapa itu V. Seorang superhero atau lebih tepatnya seorang pelopor gerakan untuk menggulingkan diktator yang mengekang kebebasan rakyat.
    V
       Superhero yang satu ini begitu inspiratif mulai dari kata-katanya yang penuh makna dan mendalam sampai kisah hidupnya yang tragis. Walaupun pada akhirnya dia tewas tapi apa yang diserukannya kepada rakyat telah tercapai dan berhasil. Rakyat tergerak untuk mengikuti langkahnya untuk mengambil kembali kebebasan yang telah diambil oleh pemerintah. Kematiannya tidak sia-sia. Dan kata-kata dari dia yang gue suka adalah “Beneath this mask there is  more than flesh. Beneath this mask there is an idea. Mr. Creedy, and ideas are bulletproff.” Artinya kurang lebih begini “Di balik topeng ini lebih dari sekedar daging. Di balik topeng ini ada sebuah ide. Tuan Creedy, ide itu tahan peluru.” Creedy adalah salah satu tokoh antagonis di dalam cerita tersebut dan kata-kata “ideas are bulletproof” atau “ide itu tahan peluru” memiliki makna bahwa ide itu tidak bisa dihancurkan.

Senin, 16 Mei 2016

Masa Belajar Di Sekolahan

Sekolah

   Sebagai manusia yang sudah pernah mencicipi bangku sekolahan walaupun tidak digigit ataupun diemut. Pasti dan tentu saja gue kangen banget dengan masa-masa waktu sekolah dulu terutama pada waktu SMA. Bangun pagi dengan pandangan yang masih redup dan kabur karena rasa kantuk masih bergelantungan. Badan menggigil ketika bersentuhan dengan yang namanya air di kamar mandi. Berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kesayangan gue yang sampe sekarang masih fungsional kalo gue pengen bernostalgia mengingat masa-masa sekolah yang penuh kenangan tersebut. Cerita cinta gue yang menyedihkan sampe canda tawa ketika kumpul bareng sohib sekelas di bawah pohon ketapang waktu istirahat ataupun ketika jam kosong.

   Gue kangen masa-masa sekolah terutama saat sedang belajar di kelas. Bertemu dengan berbagai macam guru yang punya style dan sifat berbeda satu sama lain. Ada yang bertampang angker tapi baik hati, ada yang kalem tapi suka memberi sanksi sampe ada yang killer total. Suasana belajar sudah pasti sangat berkesan. Suatu saat ribut dan suatu saat adem ayem kaya tengah malam. Apalagi kelakukan siswa dan siswi di kelas gue saat belajar udah pasti rame karena kelas gue terkenal sebagai kelas yang paling rame alias ributnya sudah tersohor sampai pelosok sekolahan terutama bagi dewan guru yang pernah mencicipi mengajar di kelas kami. Enggak sedikit beberapa guru yang komplain dan memberikan keluhan kepada wali kelas kami karena kami sering ribut saat belajar. Dan tidak berapa lama kemudian wali kelas kami akan mengadakan rapat paripurna dengan kami sekelas kenapa banyak dewan guru yang komplain terhadap kelas yang tercinta ini.

   Karena kelas kami yang terdiri dari berbagai siswa dengan latar belakang siswa yang berbeda seperti kelas lain kebanyakan. Sudah pasti kami punya karakter dan identitas masing-masing yang unik seperti nomor seri motor yang baru keluar dari pabrik. Tapi ada yang beda dari kelas kami yaitu kebersamaan yang lebih erat. Walaupun dari kami ada yang bandel tapi kami tidak pernah mempermasalahkan selama kebandelannya masih dalam skala wajar baik skala Richter maupun skala derajat Celcius (emang apa hubungannya). 

  Yang paling banyak dikomplain oleh dewan guru lain yang mengajar di kelas kami adalah karena sikap kami yang sering ribut dan suka jahil barenga. Ujung-ujungnya guru yang mengajar sering pusing kenapa susah sekali di nasehatin. Mungkin karena kami masih dalam usia labil alias kurang stabil seperti stang motor kendur waktu jalan di jalan berbatu, goyang-goyang gitu. 

  Tempat duduk yang paling sering kami incar adalah tempat duduk yang terletak paling belakang alias yang paling jauh jaraknya dari meja guru. Itu sudah pasti karena tempat duduk yang paling belakang punya tingkat ketegangan lebih rendah. Jadi pastinya banyak yang berdoa lagi berharap untuk mendapatkan tempat duduk yang paling belakang. Apesnya kalo ternyata justru wali kelas kami yang memilihkan tempat duduk. Semuanya pada harap-harap cemas siapa yang akan bernasib mengenaskan mendapatkan tempat duduk paling horror sekelas yaitu tempat duduk yang berhadapan langsung dengan meja guru. 

  Kelakukan teman-teman gue saat belajar ya udah pasti kadang bikin para guru sedikit frustasi atau malah ngambek keluar kelas sambil manyun. Mulai dari mereka yang suka tidur di kelas saat belajar yang entah dia mimpi indah atau mimpi basah ya tidak ada yang tau. Ada yang suka menggosip saat belajar layaknya presenter infotainment yang sering nangkring di televisi membawa berita sensasional terbaru yang lagi fresh dan hot alias lagi jadi buah bibir di sekolah. Sampe yang terliat serius belajar sambil membaca buku tapi ternyata yang dibaca adalah buku komik ataupun novel yang lagi populer. Enggak kebayangkan gimana tampang guru yang mengajar di kelas kami. Pastinya sering menarik nafas untuk terus bersabar. Guru marah besar atau ngambek udah menjadi hal yang biasa dan sering kali rutin kami alami. Canda tawa saat berkumpul dan bercengkrama adalah makanan sehari-hari kami. Menghibur teman yang sedih karena ada masalah maupun sedang putus cinta juga kami alami.

   Tapi semua itu berakhir ketika pengumuman kelulusan tiba. Cucuran air mata disertai ingus yang ikut hadir membasahi (tapi itu bukan gue). Sungguh indahnya tentang hal yang sudah kami lalui bersama selama ini. Masa-masa sekolah akan berakhir dan berganti dengan masa-masa baru yang kami pilih serta kami harapkan untuk mendapatkan poin penuh atau menjadi kampiun di kasta tertinggi kehidupan kami sendiri. Ada yang memilih bekerja, ada yang kuliah dan ada yang menikah untuk membina keluarga yang Sakinah. Semuanya memilih jalan masing-masing. Masa sekolah memang berakhir tapi kenangan baik suka maupun duka di masa tersebut akan kami bawa selamanya.

Kamis, 12 Mei 2016

Memetik Kembang Pasir

Dung

   Akhirnya liburan kuliah berakhir dan gue memasuki tahun ajaran baru di semester 3. Terus terang aja gue enggak kemana-mana waktu liburan kuliah karena pertimbangan biaya yang seret-seret lecet ditambah enggak ada tempat menarik yang mau dikunjungi kecuali tempat wifi gratis dan itupun jaraknya enggak terlalu jauh dari tempat tinggal gue. Kalo teman-teman gue ya selain yang bernasib sama dengan gue, ada juga mereka yang liburan ke tempat eksotis atau ke luar negeri (dan ternyata itu cuma hoax belaka). Yang penting kan bisa menikmati liburan dengan tenang. 

   Namanya aja tahun ajaran baru pasti banyak wajah baru yang bermunculan. Tidak hanya mahasiswa baru tapi juga wajah-wajah dosen baru menampakkan bentuknya. Gue berangkat kuliah seperti biasa pake motor matic kesayangan yang selalu setia saat suka dan duka. Sampai di kampus gue parkirin motor gue di tempat parkir langganan di bawah pohon rindang samping tong sampah. Meskipun ada sedikit gundukan pasir karena parkiran tersebut sedang di renovasi biar makin kinclong lagi memikat. Mumpung ada waktu ya gue ngaca dulu lewat kaca spion motor gue yang retak. Style rambut udah oke, pakaian kece, dan badan wangi sekale. Maklum hari ini gue pake parfum terkenal yang iklannya setia berlalu lalang di televisi maupun di baliho kaya caleg lagi kampanye. Gue enggak bisa nyium wangi parfumnya karena sisa pilek kemarin membikin penciuman gue terhambat. Gue melangkah dengan santai menuju kelas.

   Waktu berjalan menuju kelas ada cewek senyum-senyum sama gue. Kayaknya dia mahasiswa baru. Dia senyum ke gue apakah karena gue ganteng walaupun kenyataannya tampang gue mirip Robert Pattinson kena setrika? Atau gara-gara parfum yang gue pake? Hebat juga ini parfum, efeknya beneran instan. Gue jadi pede dan langsung dan berjalan bagaikan seorang pangeran yang kena kutukan. Tiap ada cewek yang berpapasan sama gue pastinya selalu senyum sama gue. Gue juga bales senyum dong dengan senyuman gue yang aduhai lumayan membuat perut mual.

   Ternyata gue juga memiliki pesona yang membuat cewek tergoda dan tertarik. Bangga juga hati kecil ini. Mumpung masih ada waktu sebentar, gue pergi ke warung langganan para mahasiswa buat tempat santai menunggu waktu perkuliahan dimulai. Suasananya lumayan rame sih tapi masih ada meja kosong di pojok dekat tanaman palem yang lagi sekarat. Gue harap-harap cemas apakah ada cewek yang mau mendekati gue mumpung suasana hati gue lagi baik dan tingkat pede gue lagi on fire. Tapi kok cewek-cewek cuma senyam-senyum sama gue ya dan kagak ada yang mau mendekat. Mereka memilih berdesak-desakan di tempat yang udah hampir penuh ketimbang di tempat gue yang kosong melompong. Oh ada apa gerangan yang sebenarnya terjadi? Pasti malu-malu kucing ya sama gue. Gue maklumin kok.

   Lama kelamaan makin aneh ya. Bukan hanya cewek yang senyum ke gue dan berbisik-bisik tapi ada juga cowok yang senyam-senyum ke gue sambil berbisik dan kayaknya ada sesuatu yang bikin janggal. Dunia telah berubah rupanya. Enggak tahan karena suasananya mulai bikin gue ngerasa aneh dan enggak nyaman. Gue mutusin kembali ke kelas dan cuek walaupun ada yang senyum ke gue.

   Di kelas juga kayaknya ada yang aneh kenapa semuanya menatap gue dengan pandangan yang memprihatinkan. Dan akhirnya gue duduk di samping teman gue, sebut saja Momon. Dia langsung memalingkan wajah dan menutup hidung. Apa karena parfum yang gue pake ini bikin dia pusing. Maklumlah Momon terkenal karena punya penciuman yang lebih tajam daripada orang pada umumnya karena dia udah berlatih mengendus sedari balita. “Dzul, elu nginjek kembang pasir ya?” Tanya Momon sambil menutup hidung. “Kembang pasir? Apaan tuh?” Gue jadi enggak ngerti apa yang dia omongin. “Kembang pasir bro alias t***i kucing. Coba liat sepatu lo.” Jawab Momon dengan mata yang keliatan udah mulai puyeng. Gue langsung cek sepatu gue yang mengkilat karena gue semir dan gue amplas tiap hari. Gue langsung syok meliat kenyataan bahwa yang dikatakan Momon terbukti. Benda tersebut menempel dan melekat dengan mantap ditambah banyak lalat yang berseliweran di dekatnya. Jadi karena ini orang-orang pada senyum ke gue tapi enggak mau dekat-dekat sama gue dan gue enggak bisa mengantisipasi kembang pasir beraroma memabukkan ini karena selain gue enggak liat juga karena gue enggak bisa mengendus aromanya disebabkan penciuman gue terhambat sisa pilek kemarin.

Minggu, 01 Mei 2016

Hal Yang Bakal Lo Temuin Saat Jadi Tukang Survey

Diagram

   Pernah ikut survey atau sensus. Apalagi jadi petugas sensus, tukang survey alias penyurvey entah itu untuk kebutuhan suatu instansi ataupun kebutuhan diri sendiri seperti dalam pengerjaan skripsi juga hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-tersebut. Yang jelas kita menemukan beberapa hal yang berkesan baik itu manis, asem, asin, pahit, hambar ataupun enggak berasa sama sekali. Ok lah tanpa berbasa-basi entar basi beneran, di artikel kali ini akan berbicara tentang hal apa saja sih yang bakal ditemukan dan akan dialami ketika melaksanakan kegiatan survey/sensus dan semacamnya. Langsung kita survey gan.

Lembar kuesioner

   Kalo mau nyurvey atau melakukan sensus ya harus ada lembar kuesionernya dong. Kan enggak mungkin mau nyurvey tapi hal-hal apa saja yang perlu disurvey tidak tahu alias enggak ada patokan. Pas nyurvey mau nanya apa coba kalo enggak tau apa yang harus ditanyakan. Nanya nomer handphone, akun Facebook, Twitter, Instagram dll. Ya enggak nyambung kan? Kecuali kalo di lembar kuesioner emang ada ditanyakan ya sah sah saja.

Yang disurvey/disensus

   Mau melakukan survey tapi tidak ada yang disurvey kan aneh. Data apa yang bakal di dapat kalo enggak ada yang disurvey. Ini sangat perlu dan harus ada entah itu adalah orang yang disebut responden, makhluk hidup lainnya atau suatu wilayah tertentu.

Yang menyurvey/menyensus

   Yang disurvey/disensus udah ada dan bersedia tapi ada hal lain yang penting dan harus ada yaitu yang melakukan survey alias si petugas. Kalo enggak ada ya kegiatan survey/sensus enggak bakal berjalan sebagaimana mestinya.

Wilayah kerja

  Yupz, biasanya kalo kita melakukan survey ataupun sensus pastinya kita akan melakukannya di suatu wilayah baik itu perkotaan, perkampungan, ataupun suatu daerah tertentu lainnya jadi bagi petugas ya siap-siap aja mau dilepas di daerah mana.

Wilayah yang sulit

   Yupz, terkadang sebagai petugas kita mendapatkan wilayah kerja yang sulit bisa karena akses transportasi yang terbatas ataupun keadaan masyarakat yang kurang bisa diajak bekerja sama.

Responden yang bersahabat

  Responden yang bersahabat adalah hal yang paling diharapkan oleh petugas survey/sensus. Datapun mudah didapat dan kegiatan survey/sensus menjadi lancar berkat keramahan responden.

Responden yang kurang bersahabat

   Salah satu kendala yang pasti ditemui oleh petugas survey/sensus adalah responden yang kurang bersahabat. Waktu kita sensus tampangnya mesem kayak asem dilumurin cuka. Hasilnya kegiatan pengumpulan data menjadi alot dan ribet.

Responden yang enggak ada di tempat

  Kita ke tempat responden dengan maksud hati dan tujuan ingin melaksanakan pengumpulan data tapi apa daya respondennya enggak ada di tempat yang diharapkan seperti respondennya lagi liburan ke planet Namek. Proses pengumpulan datapun menjadi lama dan berlarut-larut.

Responden yang mau ngakalin

  Yang ini mesti diperhatikan jangan sampai ada responden yang mau ngakalin atau mau melakukan trik tertentu untuk membuat data menjadi berubah dan tidak sebagaimana mestinya. Dan data berakhir menjadi tidak akurat bin ngenes.

  Moga bermanfaat.